Gelaran HUT Kota Yogyakarta ke-265, Sandiaga Uno: Momentum Pulih dari Pandemi

HUT Kota Yogyakarta ke-265 mengusung tajuk Tanggap Tanggon Tuwuh yang bermakna kecepatan sekaligus kecekatan untuk beradaptasi dalam situasi pandemi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno turut menghadiri puncak peringatan hari jadi Kota Yogyakarta yang ke-265 yang dimeriahkan dengan event Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) di Stadion Mandala Krida, Kamis petang, 7 Oktober 2021.

Sandiaga menilai kegiatan yang digelar secara hybrid-kombinasi luring dan daring tersebut- menjadi bagian dari kegiatan terbaik yang dimiliki pariwisata Indonesia saat ini. “Harus diapresiasi, apalagi Kota Yogyakarta sangat serius dalam recovery, dengan menuntaskan vaksinasi, sehingga jadi momentum pengembangan pariwisata,” kata dia usai membuka gelaran tersebut.

Sandiaga mengaku kagum dengan tema yang diangkat dalam HUT itu karena mencerminkan kebangkitan pasca pandemi Covid-19. Tema HUT Kota Yogya mengusung tajuk Tanggap Tanggon Tuwuh.

Tema ini memiliki makna kecepatan, sekaligus kecekatan untuk beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi sehingga kegagapan bisa dihindari. “Tema ini sebagai pendorong pemerintah Yogya semakin serius bangkit dari pandemi, dengan menuntaskan vaksinasi dan pada hari ini pun, vaksinasi di Kota Yogyakarta sudah tuntas 100 persen,” kata Sandiaga.

“Semoga HUT Yogya ini bisa menjadi momentum memulihkan kembali pariwisata dan ekonomi kreatif di Yogyakarta sebagai kota wisata dan pelajar,” kata Sandiaga lagi.

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan WJNC kali ini mengangkat kisah Semar Boyong. “Tema ini menceritakan tentang kisah Poncowati yang terkena pagebluk, lalu bisa terhindar karena Kembang Wijaya Kusumo dan Cangkok Wijaya Mulyo pulih kembali di tangan Semar,” ujarnya.

Haryadi menjelaskan kisah ini diambil sebagai bentuk upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat Kota Yogya untuk setahap demi setahap memperbaiki keadaan akibat pandemi yang telah berlangsung hampir dua tahun. Gelaran ini disiarkan secara live melalui chanel YouTube Pemkot Jogja dan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.

Dalam penyelenggaraan WJNC ini juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seluruh peserta dan kru juga diwajibkan telah melakukan vaksinasi Covid-19.

“Bagi seluruh peserta dan kru minimal telah divaksin dosis pertama dan telah melakukan Swab antigen, serta kami juga menyediakan sarana protokol kesehatan pada tiap venue,” kata Haryadi.

Haryadi mengatakan WJNC merupakan pertunjukan seni budaya tahunan yang dihelat sebagai sebuah bentuk perayaan hari jadi Kota Yogyakarta. “Tahun 2021 merupakan tahun kedua acara ini disajikan bagi khalayak umum dalam format tontonan virtual mengingat saat ini kita semua masih menghadapi situasi pandemi,” ujarnya.

Tahun ini, kata Haryadi, juga menandai tahun ke-6, WJNC hadir secara konsisten setiap tahunnya atau digelar tanpa absen sekalipun. “Sejak tahun 2016, kami menyajikan hiburan yang tidak hanya dinikmati oleh warga kota Yogyakarta tetapi juga menarik minat wisatawan nusantara bahkan mancanegara,” ujarnya.

Gelaran WJNC ini juga telah masuk ke dalam Calendar of Events (CoE) Pariwisata Indonesia sehingga telah diakui sebagai aset pariwisata pada skala nasional. Pihaknya pun berharap WJNC yang disajikan dalam bentuk virtual tersebut mampu menghadirkan peluang untuk memperluas jangkauan audience dan penikmat gelaran tersebut.

“Sehingga mampu menjadi agenda tahunan yang tidak hanya dinanti-nantikan oleh warga kota Yogyakarta atau Indonesia saja, tetapi juga oleh penduduk dunia,” kata Haryadi.

Dalam acara ini juga dilakukan deklarasi Kota Yogya tuntas vaksin Covid-19, di mana semua 14 Mantri Pamong Praja telah mendeklarasikan bahwa semua kecamatan di Kota Yogya telah mencapai 100 persen warganya telah tervaksin. “Cakupan vaksinasi yang optimal ini, kami harapkan dapat menjadi modal untuk menyambut bangkitnya kembali aktivitas bidang ekonomi dan pariwisata di kota Yogya,” kata Haryadi.

Haryadi pun mengucap rasa syukurnya karena pencapaian target vaksinasi tersebut juga menjadi kado yang istimewa bagi Kota Yogyakarta di usianya yang ke-265 tahun. “Seluruh wilayah Kota Yogya tetap wajib masker dan wajib masker, sampai dengan pandemi Covid-19 ini berakhir dan situasi kembali pulih, bangkit, seperti semula sedia kala,” kata dia.