Vaksinasi Covid-19 Yogyakarta Digenjot, Giliran Keluarga Pelaku Pariwisata

Vaksinasi Covid-19 wisata putaran ke 39 pekan ini mengambil lokasi Grand Puri Water Park, Timbulharjo, Sewon Bantul Selasa kemarin dengan target 1.000

TEMPO.CO, Yogyakarta: Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum selesai menggelar vaksinasi Covid-19 massal di kawasan destinasi wisata meski para pelaku wisata wilayah itu seluruhnya sudah mendapatkan vaksin dosis pertama.

Vaksinasi Covid-19 wisata putaran ke 39 pekan ini mengambil lokasi Grand Puri Water Park, Timbulharjo, Sewon, Bantul Selasa 12 Oktober 2021 dengan alokasi 1.000 penerima.

“Vaksinasi ini total menargetkan penerima vaksin lebih dari 29.000 orang yang tidak hanya untuk pelaku wisata yang merampungkan dosis kedua, tetapi juga keluarganya dan masyarakat sekitar destinasi,” kata Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardjo.

Singgih mengungkapkan pelaku wisata memang unsur penting berjalannya roda pariwisata DIY di masa pandemi ini. Namun tak bisa diabaikan, bahwa para pelaku wisata yang terlibat langsung kegiatan destinasi itu juga memiliki keluarga yang juga harus jadi sasaran vaksinasi.

“Semakin vaksinasi ini merata dan pencapaian herd immunity lebih cepat, maka pembukaan kembali tempat wisata dapat segera terlaksana,” kata Singgih. Pemda DIY mencatat capaian vaksinasi dosis pertama sudah di atas 85 persen untuk dosis pertama dan 54 persen untuk dosis kedua akhir pekan lalu.

Singgih menilai pemilihan obyek wisata sebagai gelaran vaksinasi pelaku wisata dan jejaringnya terbukti efektif meningkatkan minat peserta. Sebab target yang diinginkan selalu sesuai yang diharapkan alias nyaria tak ada sasaran yang mangkir.

“Karena vaksinasi di lokasi wisata itu juga untuk sekalian promosi, menjual daya tarik obyek itu sendiri kepada wisatawan, mereka tak perlu takut karena vaksinasi di lokasi wisata bisa meningkatkan kekebalan tubuh sekaligus berekreasi,” kata Singgih yang dalam kegiatan itu juga berkomunikasi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno secara daring.

Hanya saja, Singgih mengakui, belum semua obyek wisata bisa terseleksi menjadi gelaran vaksinasi pelaku wisata dan keluarganya itu.

“Kami berharap bisa kolaborasi dengan Kementerian Parekraf, vaksinasi sektor wisata ini dapat diperluas untuk menjangkau desa-desa wisata di DIY yang masih sulit terjangkau khususnya yang terkendala di sisi jarak,” kata Singgih.

Singgih mengatakan, lokasi vaksinasi di desa desa wisata memang mungkin jumlah sasarannya tidak terlampau besar seperti di destinasi wisata. Namun itu bisa melengkapi dan mempercepat capaian vaksinasi daerah karena seluruh DIY memiliki desa wisata.

Menteri Parekraf Sandiaga Uno dalam dialog daring itu mengatakan bahwa dari capaian masyarakat yang telah divaksin, Indonesia telah meraih urutan ke-5 sedunia.

“Tanggal 11 Oktober kemarin, lebih dari 100 juta peserta yang sudah divaksin di Indonesia, dan negara kita menjadi nomor ke-5 di dunia dengan jumlah masyarakat yang sudah hampir memenuhi target vaksinasinya,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Sandi mengungkapkan bahwa Kementerian Parekraf memiliki target 600 ribu peserta untuk kegiatan vaksinasi.

Target tersebut sudah tercapai 500 ribu peserta vaksinasi Covid-19 yang tersebar di 67 lokasi di berbagai daerah. “Kami tetap menyiapkan platform PeduliLindungi pada setiap obyek wisata yang telah dan akan dibuka,” kata Sandiaga Uno lagi.

PRIBADI WICAKSONOBaca : Daftar Negara Asal Turis Asing yang Akan Diizinkan Masuk ke Bali per 14 Oktober#Jagajarak, #Cucitanganpakaisabun, #Pakaimasker